Berani, Disiplin Dan Setia

PEMBUATAN RAGI

Pendahuluan
Pengertian ragi dapat ditinjau dari berbagai beberapa aspek atau sagi kehiduapn, baik secara Biologis maupun Kimiawi. Kedua bidang ini sangat erat hubungannya dengan pengertian ragi, dimana ragi adalah sebagai alat proses Fermentasi serta terkandung zat – zat pembentuk jamur serta senyawa –senyawanya.
Ragi juga dapat diartikan sebagai zat pembentuk kalor atau panas yang terjadi pada pembuatan tape, karena diolah dari bahan – bahan yang mengandung panas atau setidak – tidaknya dapat menimbulkan panas pada tubuh makhluk hidup, misalnya seperti merica dan cabe, Kedua jenis bahan ini apabila dimakan oleh hewan maupun manusia dalam jumlah yang banyak akan mengakibatkan keracunan, bahkan kemungkinan dapat menimbulkan timbulnya suatu penyakit. Penyakit tersebut terutama timbul menyerang pada bagian lambung. Sehingga lambung merasa nyeri kemudian rasa panas itu menjalar keseluruh tubuh.
Oleh sebab itu para perodusen ragi atau pembuat ragi sangat memperhatikan ukuran beserta perbandingan bahan – bahan yang akan dibuat.
Untuk lebih jelasnya marilah kita pelajari secara mendetail mengenai prosesnya serta bahan – bahan dan alat yang digunakan.

ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK PEMBUATAN RAGI
I. ALAT – ALAT
• LESUNG
• ALU
• KERANJANG
• NYIRU
• AYAKAN
• SENDOK
• KAIN PUTIH / KAIN KACI

II. BAHAN – BAHAN YANG DIPERLUKAN
Sebelum kita mengetahui bahan- bahan yang akan diolah terlebih dahulu diketahui tentang pembagian bahan – bahan tersebut agar memudahkan kita untuk mempelajarinya.
Bahan itu terbagi menjadi dua bagian yaitu :
• Bumbu kering
• Bumbu basah
Adapun maksud dari pembagian tersebut adalah agar memudahkan kita untuk membedakannya serta dalam pemrosesan bahan – bahan itu sendiri.Bumbu kering ialah bahan yang berasal dari rempah – rempah yang dapat dibeli di toko – took.
Bumbu kering yang diperlukan yaitu :
• Merica
• Lada / piper battle
• Kayu manis
• Cengkeh

Sedangkan yang dimaksud dengan bumbu basah adalah bahah – bahan yang diambil dari tumbuh – tumbuhan yang masih segar atau masih mengandung air. Adapun bumbu itu sebagai berikut :
• Akar alang – alang ( Impiratacyindric)
• Akar kelapa
• Cabe rawit
• Daun pandan
• Tebu (Sdecharum pfficinanum)
Perbandingan bahan – bahan yang akan diolah
Agar memperoleh ragi yang baik dan dapat menghasilkan apa yang diharapkan maka harus diperhatikan ukuran atau dosis dari bahan – bahan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar terhindar dari Over dosis dalam pencampuran dari seluruh bahan.
Sebab ragi tersebut adalah sebagai pembentukan jamur dalam proses fermentasi utilisum baik yang terjadi pada ubu kayu/ (manihot utilisum) maupun pada beras ketan.
Perbandingannya itu sebagai berikut :
Bumbu Kering Bumbu Basah
Beras Merica Kayu
Manis Lada Cengkeh Cabe Akar kelapa Akar alang- alang Pandan Tebu
1 Kg ± 25 gr 5 gr 0,5 biji 10 biji 8 biji (± 5 gr) 15 gr 10 gr 5 gr 45 gr

2 kg ± 50 gr 10 gr ± 1 biji 20 biji 16 biji(±10 gr) 30 gr 20 gr 10 gr 90 gr

PEMPROSESAN BAHAN – BAHAN
Setelah mengatahui tentang alat dan bahan serta perbandinagn perlu dipahami dan diperhatiakan dengan teliti adalah peroses pengolahan. Hal tersebut jika tidak diperhatikan bisa mengalami kegagalan dan tidak memperoleh ragi yang baik, sebagaimana yang kita harapkan.
CARA – CARA PEMBUATANNYA SEBAGAI BERIKUT
• Beras direndam dalam air kira-kira selama 4 sampai 5 jam agar beras mudah dihaluskan atau ditumbuk. Apabila beras tersebut telah direndam dan diperkirakan empuk maka angkat lah memakai keranajang hingga beras itu kering kembali, lalu masukan kedalam lesung dan haluskan. Kemudian bila sudah agak halus angkatlah agar bisa diayak untuk bisa terpisah dari yang baik dan tidak baik, juga agar menyerupai tepung.
• Disini nyiru/ wadah sebagai tempat jatuhnya tepung yang tadi diayak. Pekerjaan itu terus menerus diulangi sampai beras itu menjadi tepung keseluruahnya.
• Setelah pengahalusan beras selesai, kini giliran bumbu-bumbu kering yang di haluskan. Pertama-tama merica dihaluskan sampai halus. Apabila merica itu sudah halus maka kini saatnya giliran kayu manis yang di haluskan, setelah kayu manis selanjutnya lada dan cengkeg, yang dihaluskan sampai halus, sampai menyerupai tepung.
• Setelah bumbu kering selesai dihaluskan lalu saatnya giliran bumbu basah. Perlu diketahui sebelum menghaluskan bahan-bahan terlebih dahulu bahan-bahan harus dicuci, sampai bersih.
• Akar alang-alang atau Impiralacylindrica, dicuci sampai bersih begitu pula daun pandan, kemudian haluskan menggunakan lesung sedangkan akar kelapa membersihkanya cukup dengan mengupas kulitnya dan juga tebu atau Saecharum Officinanum. Bila semua sudah bersih Selanjutnya haluskan semua bahan- bahan itu.
• Setelah semua selesai dihaluskan, kemudian kedua bahan bumbu basah dan kering dimasukan kedalam lesung dan dihaluskan kembali bersama-sama dalam sekaligus, lalu
• Angkatlah bahan bumbu-bumbu tersebut masukan kedalam wadah, namun dalam mengaangkat bahan- bahan tersebut jangan sampai terkena tangan, karena kemungkinan raginya tidak baik untuk pembuatan tape.
PRESES PEMBUATAN RAGI
• secukupnya, lalu kita aduk air dan tepung tersebut, alau bumbu-bumbu yang telah dihaluskan tadi kita campurkan serta aduk-aduk sampai rata. Pengadoana ini dialakuakan hingga tepung itu bergumpal atau menyatu.
• Apabila sudah selesai melakukan pengadonan maka tinggal pembuatan bentuk-bentuk ragi . Dalam pembentukan ragi diperlukan kain putih atau kain kaci untuk membantu mempermudah kita supaya tidak merekat pada tangan kita juga dan menghindari tangan terasa panas akibat cabe dan merica.
• Kegunaan dari kain tersebut sebagai alat untuk mengumpalkan ragi sesuai dengan ukuran yang diinginkan, namun dalam pembentukan ragi biasa nya bentuk ragi yaitu bulat pipih.
• Jika telah selesai membentuk ragi lalu selembar kain putih ditaruh disebuah wadah serta susun diatasnaya ragi-ragi yang telah dibuat susun secara rapi. Kemudian ditutup memakai sebuah penutup khusus, lalu disimpan selama 2 hari.
• Maksud dari penyimpanan ini supaya jamur-jamur yang ditimbulkan oleh bahan-bahan pembentukan dan tumbuh dengan baik. Namun perlu dikita ketahui pada waktu penyimpana dan penjemuran harus diletakan Induk ragi tersebut ditempatkan di tengah-tengah wadah itu.
• Induk ragi itu berasal dari ragi yang dibuat pertama kali
• Apabila telah mencapai waktu 2 malam tutup ragi tersebut dibuka dan dijemur, pada umumnya beras 1 liter bisa menghasilakan 70 buah ragi, tapi 2 liter beras akan mengahsilkan 2 kali lipat atau 140 buah ragi.
SELESAI.

Comments on: "PEMBUATAN RAGI" (3)

  1. Ada yang salah tuh kata-katanya..
    Saranku kalo mau post tulisnya amati dulu.. Kalo2 ada yang salah,,,

  2. Bos aku minta no hp nya boleh gak?aku mau nanya langsung cara dan bahan ragi bls ya di email ku Saifulmuhaimin@gmail.com

  3. panjangg banget tuch cara pembuatannya … CAPEEQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: